Dalam kehidupan ini selalu saja ada dua sisi yang saling berlawanan. Ada laki-laki, ada perempuan, ada kaya, ada miskin, ada baik dan ada buruk. Setiap orang harus mengetahui dan menyadari akibat dari tindakannya dalam segala aspek kehidupan agar tidak terjebak dalam sikap yang buruk. Saya yakin Anda setuju akan hal itu. Ya.. kesadaran itu penting, bahkan sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan karena melakukan segala sesuatu dengan kesadaran maka pekerjaan itu akan dilakukan dengan sukarela, dan tanpa paksaan. Kalau sudah demikian, hasilnya akan sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Lalu apa itu kesadaran? Kesadaran adalah sesuatu keadaan dimana seseorang akan mengetahui apa yang ia ketahui, atau bisa juga seseorang tahu akan kemampuannya sendiri sehingga seseorang akan bertindak sesuai dengan kemampuannya. Apabila setiap individu tidak memiliki kesadaran diri dalam melakukan sesuatu, maka seseorang bisa terjerumus ke jalan yang tidak benar. Saya ambil contoh apabila seseorang melakukan kesalahan dan orang itu tidak menyadari akan kesalahannya, maka orang tersebut akan terus melakukan kesalahan untuk yang ke sekian kalinya.
Ada beberapa faktor penyebab kesadaran itu dapat muncul, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
1. Faktor Eksternal.
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor eksternal yang mempengaruhi kesadaran seseorang ada dua macam yaitu pendidikan di sekolah, dan pendidikan di lingkungan keluarga. Pendidikan di sekolah kebanyakan paling berhasil dalam menanamkan kesadaran, hal ini dikarenakan keketatannya. Guru menjadi sosok yang paling berperan dalam hal ini. Mengapa harus seorang guru? Karena guru adalah seorang pendidik yang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Selain itu guru juga adalah orang yang berinteraksi langsung dengan anak didiknya. Sedangkan keluarga adalah tempat yang paling awal dalam proses pendidikan terutama pendidikan budi pekerti. Pendidikan keluarga saya pikir adalah pendidikan yang paling baik jika dibandingkan dengan pendidikan lainnya dan lebih efektif karena intensitas pertemuan antar anggotanya.
Proses penanaman kesadaran harus diterapkan sejak anak usia dini karena jika sejak kecil sudah ditanamkan kesadaran, maka kesadaran tersebut dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan di saat si anak beranjak dewasa. Kesadaran timbul karena adanya tanggungjawab yang dibebankan kepada seseorang. Misalkan saja , di rumah seorang anak diberi tugas oleh orang tuanya untuk mengerjakan pekerjaan seperti mencuci dan mengepel. Karena anak diberi tanggungjawab untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, maka dengan kesadarannya maka dia lakukan pekerjaan tersebut. Dalam menanamkan kesadaran di rumah yang paling berperan adalah tentu orang tua karena orang tua memiliki kewenangan untuk mengatur anak-anaknya.
Kalau di lingkungan sekitar penenaman kesadaran adalah tanggungjawab dari mesing-masing individu itu sendiri. Kesadaran di masyarakat akan tercipta jika ada peraturan yang mengikat seperti halnya yang ada di lingkungan sekolah.
2. Faktor Internal.
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor internal ini dibagi lagi menjadi menjadi dua yaitu akal pikiran dan hati.Akal pikiran termasuk faktor internal karena terletak dalam diri seseorang sehingga akal pikiran ini adalah faktor mutlak yang dimiliki setiap orang. Akal pikiran berguna untuk berpikir secara jernih karena setiap akal manusia tentu dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Akal juga merupakan kontrol dari tindakan seseorang. Bila seseorang bisa berpikir dengan jernih, maka tindakannya akan terkontrol dengan baik. Kesadaran bertindak juga tergantung dari dari akal pikiran seseorang. Apabila akal pikirannya bersih, maka kesadaran akan muncul dengan sendirinya.
Berikutnya adalah hati. Sama halnya dengan akal pikiran, hati merupakan faktor internal yang mempengaruhi timbulnya kesadaran. Setiap orang dalam bertindak pastilah menggunakan hati karena hati menentukan segalanya. Jika seseorang akan bertindak, maka terlebih dahulu hati inilah yang bertindak, hati akan berkata apakah akan dijalankan atau tidak. Jika hati berkata Ya! maka tindakan itu akan dijalankan. Dan sebaliknya, jika hati berkata Tidak! maka tindakan tersebut tidak akan dijalankan.
Ada pepatah mengatakan "Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu". Ini berarti bahwa hati seseorang tidak dapat ditebak oleh orang lain. Yang bisa menebaknya adalah orang itu sendiri. Maka jagalah hati agar selalu terawat, karena dengan hati yang suci, orang akan cenderung melakukan perilaku yang baik.
Lalu apa itu kesadaran? Kesadaran adalah sesuatu keadaan dimana seseorang akan mengetahui apa yang ia ketahui, atau bisa juga seseorang tahu akan kemampuannya sendiri sehingga seseorang akan bertindak sesuai dengan kemampuannya. Apabila setiap individu tidak memiliki kesadaran diri dalam melakukan sesuatu, maka seseorang bisa terjerumus ke jalan yang tidak benar. Saya ambil contoh apabila seseorang melakukan kesalahan dan orang itu tidak menyadari akan kesalahannya, maka orang tersebut akan terus melakukan kesalahan untuk yang ke sekian kalinya.
Ada beberapa faktor penyebab kesadaran itu dapat muncul, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
1. Faktor Eksternal.
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor eksternal yang mempengaruhi kesadaran seseorang ada dua macam yaitu pendidikan di sekolah, dan pendidikan di lingkungan keluarga. Pendidikan di sekolah kebanyakan paling berhasil dalam menanamkan kesadaran, hal ini dikarenakan keketatannya. Guru menjadi sosok yang paling berperan dalam hal ini. Mengapa harus seorang guru? Karena guru adalah seorang pendidik yang memberikan pengajaran kepada murid-muridnya. Selain itu guru juga adalah orang yang berinteraksi langsung dengan anak didiknya. Sedangkan keluarga adalah tempat yang paling awal dalam proses pendidikan terutama pendidikan budi pekerti. Pendidikan keluarga saya pikir adalah pendidikan yang paling baik jika dibandingkan dengan pendidikan lainnya dan lebih efektif karena intensitas pertemuan antar anggotanya.
Proses penanaman kesadaran harus diterapkan sejak anak usia dini karena jika sejak kecil sudah ditanamkan kesadaran, maka kesadaran tersebut dengan sendirinya akan menjadi kebiasaan di saat si anak beranjak dewasa. Kesadaran timbul karena adanya tanggungjawab yang dibebankan kepada seseorang. Misalkan saja , di rumah seorang anak diberi tugas oleh orang tuanya untuk mengerjakan pekerjaan seperti mencuci dan mengepel. Karena anak diberi tanggungjawab untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, maka dengan kesadarannya maka dia lakukan pekerjaan tersebut. Dalam menanamkan kesadaran di rumah yang paling berperan adalah tentu orang tua karena orang tua memiliki kewenangan untuk mengatur anak-anaknya.
Kalau di lingkungan sekitar penenaman kesadaran adalah tanggungjawab dari mesing-masing individu itu sendiri. Kesadaran di masyarakat akan tercipta jika ada peraturan yang mengikat seperti halnya yang ada di lingkungan sekolah.
2. Faktor Internal.
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Faktor internal ini dibagi lagi menjadi menjadi dua yaitu akal pikiran dan hati.Akal pikiran termasuk faktor internal karena terletak dalam diri seseorang sehingga akal pikiran ini adalah faktor mutlak yang dimiliki setiap orang. Akal pikiran berguna untuk berpikir secara jernih karena setiap akal manusia tentu dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Akal juga merupakan kontrol dari tindakan seseorang. Bila seseorang bisa berpikir dengan jernih, maka tindakannya akan terkontrol dengan baik. Kesadaran bertindak juga tergantung dari dari akal pikiran seseorang. Apabila akal pikirannya bersih, maka kesadaran akan muncul dengan sendirinya.
Berikutnya adalah hati. Sama halnya dengan akal pikiran, hati merupakan faktor internal yang mempengaruhi timbulnya kesadaran. Setiap orang dalam bertindak pastilah menggunakan hati karena hati menentukan segalanya. Jika seseorang akan bertindak, maka terlebih dahulu hati inilah yang bertindak, hati akan berkata apakah akan dijalankan atau tidak. Jika hati berkata Ya! maka tindakan itu akan dijalankan. Dan sebaliknya, jika hati berkata Tidak! maka tindakan tersebut tidak akan dijalankan.
Ada pepatah mengatakan "Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu". Ini berarti bahwa hati seseorang tidak dapat ditebak oleh orang lain. Yang bisa menebaknya adalah orang itu sendiri. Maka jagalah hati agar selalu terawat, karena dengan hati yang suci, orang akan cenderung melakukan perilaku yang baik.
Add/Hide your comment